DESAIN KURIKULUM

Desain kurikulum adalah pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Desain kurikulum dibagi menjadi 2:

    1. Dimensi horisontal, berkenaan dengan penyusunan lingkup isi kurikulum
    2. Dimensi vertikal, menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukarannya

POLA-POLA DISAIN KURIKULUM :

  1. Subject centered design
  2. Learner centered design
  3. Problems centered design
  1. 1.       Subject Centered Design

–        Berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan,  nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu

–        Kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan

–        Tersusun atas sejumlah mata pelajaran

–        Diajarkan secara terpisah-pisah

Kekuatan :

–        Mudah disusun, dilaksanakan, dievaluasi, dan disempurnakan

–        Pengajarnya tidak perlu dipersiapkan secara khusus

Kelemahan :

–        Peran peserta didik pasif

–        Pengajaran menitikberatkan pada pegetahuan

–        Pengajarannya yang terpisah-pisah bertentangan dengan kenyataan bahwa pengetahuan merupakan kesatuan

  1. 2.       Learnered centered design

–        Sebagai reaksi dan penyempurnaan terhadap kelemahan subject centered design

–        Meempatkan siswa pada kedudukan utama

–        Bersumber dari pemikiran Rousseau tentang pendidikan alam

–        Organisasi kurikulum didasarkan minat, kebutuhan, dan tujuan peserta didik

Kekuatan :

–        Motivasi belajar bersifat intrinsik

–        Pengajaran memperhatikan perbedaan individual

–        Kegiatan pemecahan masalah merupakan bekal untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah

Kelemahan :

–        Penekanan pada minat belum tentu cocok untuk menghadapi kenyataan riil

–        Dasar penyusunan struktur kurikulum tidak jelas karena kurikulum hanya menekankan minat siswa

–        Lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan

–        Tidak dapat diimplementasikan oleh guru biasa, harus guru khusus

  1. 3.       Problem centered design

–        Berpangkal pada manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat

–        Berangkat dari pemikiran bahwa manusia sebagai mahluk sosial selalu hidup bersama

–        Isi kurikulum berupa masalah-masalah sosial

–        Menekankan baik pada isi maupun perkembangan peserta didik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>