Makalah Evaluasi Pendidikan

 BAB  I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  LATAR BELAKANG MASALAH

 

Evaluasi sangat penting sekali dalam berbagai aspek kehidupan manusia sehari-hari, dimanapun, kapanpun, siapapun. Tanpa disadari, sebenarnya evaluasi sering dilakukan, baik untuk diri sendiri, orang lain maupun kegiatan social lainnya. Hal ini dapat dilihat dari hal yang sederhana saja, misalnya bercermin merupakan evaluasi pada penampilan fisik, apakah sudah rapi atau belum, apakah sudah sopan atau belum penampilan nya.

Tidak kalah pentingnya dengan kehidupan sehari hari dalam dunia pendidikan pun evaluasi diperlukan dalam meningkatkan kualitas SDM peserta didik dan juga di mas yang akan dating kinerja seorang pendidik akan menjadi lebih baik dengan adanya sebuah evaluasi tersebut.

Dalam pelaksanaannya seringkali guru memberikan tes kepada siswa hanya untuk mengukur kemampuan siswa dan hanya menghitung jawaban yang benar atau salahnya saja yang nantinya akan menjadi tolak ukur nilai kemampuan siswa tersebut. Padahal, seharusnya tes tidak hanya untuk mengukur kemampuan siswa tetapi juga harus menjadi bahan evaluasi bagi guru tentang pemahaman siswa akan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Dengan adanya makalah tentang Evaluasi Pendidikan ini, saya berharap dapat dijadikan sebagai bahan referensi  untuk bahan ajar agar dapat mambantu salah satu bagian dari kompetensi Evaluasi Pembelajaran, sehingga dapat mengevaluasi dengan sebaik-baiknya dan menjadi bahan introspeksi diri agar  menjadi pendidik yang berkualitas.

 

 

1.2  POKOK MASALAH

Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang dikembangkan pada makalah yang kami bahas ini, kami mengidentifikasi pokok-pokok masalah yang akan dibahas yaitu :

  1. Tujuan Evaluasi Pendidikan.
  2. Fungsi Evaluasi Pendidikan.
  3. Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan.

 

1.3 TUJUAN

Berdasarkan rumusam masalah diatas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah mendorong mahasiswa agar mampu :

 

  1. Untuk mengetahui definisi tentang Evaluasi Pendidikan.
  2. Untuk mengetahui tentang tujuan Evaluasi Pendidikan
  3. Agar dapat menambah wawasan tentang Fungsi Evaluasi Pendidikan.
  4. Untuk  mengetahui tentang Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan.

 

 

 

 

 

 

        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  II

    PEMBAHASAN

 

 

2.1      PENGERTIAN EVALUASI                  

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi berarti penilaian (KBBI, 1996:272). Suharsimi Arikunto (2004: 1) menyebutkan bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Dalam bidang pendidikan, evaluasi sebagaimana dikatakan Gronlund (1990: 5) merupakan proses yang sistematis tentang mengumpulkan, menganalisis dan menafsirkan informasi untuk menentukan sejauhmana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa.

Dari pendapat di atas, ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari evaluasi yaitu: (1) sebagai kegiatan yang sistematis, pelaksanaan evaluasi haruslah dilakukan secara berkesinambungan. Sebuah program pembelajaran seharusnya dievaluasi disetiap akhir program tersebut, (2) dalam pelaksanaan evaluasi dibutuhkan data dan informasi yang akurat untuk menunjang keputusan yang akan diambil. Asumsi-asumsi ataupun prasangka. bukan merupakan landasan untuk mengambil keputusan dalam evaluasi, dan (3) kegiatan evaluasi dalam pendidikan tidak pernah terlepas dari tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena itulah pendekatan goal oriented merupakan pendekatan yang paling sesuai untuk evaluasi pembelajaran.

2.2      TUJUAN EVALUASI  PENDIDIKAN

  1. Tujuan umum evaluasi pendidikan adalah untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pembelajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.
  2. Tujuan khusus evaluasi pendidikan adalah untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan, untuk mencari dan menemukan faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya (Sudijono, 2006:17).

2.3      FUNGSI  EVALUASI  PENDIDIKAN

Bagi pendidik, secara didaktik evaluasi pendidikan memiliki lima fungsi, yaitu:

1)      memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya,

2)      memberikan informasi yang sangat berguna untuk mengetahui posisi peserta didik dalam kelompoknya,

3)      memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik,

4)      memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi  peserta didik yang memang memerlukannya,

5)      memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai (Sudijono, 2006:12).

Bagi siswa, evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadapa diri mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal.

2.4      PRINSIP-PRINSIP  EVALUASI  PENDIDIKAN

  1. Komprehensif.

Bahwa evaluasi program supervisipendidikan harus mencakupbidang sasaran yang luas atau menyeluruh, baik aspek personalnya ,materialnya, maupun aspek operasionalnya.

 

  1. Komparatif.

Prinsip ini menyatakan bahwa dalam mengadakan evaluasi program supervisi pendidikan harus dilaksanakan secara bekerjasama dengan semua orang yang terlibat dalam aktivitas supervisi pendidikan. Sebagai contoh dalam mengevaluasikeberhasilan guru dalam mengajar, harus bekerjasama antara pengawas, kepala sekolah, guru itu sendiri, dan bahkan, dengan pihak murid. Dengan melibatkan semua pihak dalam evaluasi program supervisi pendidikan ini diharapkan kita dapat mencapai keobyektifan dalam mengevaluasi.

 

  1. Kontinyu.

Evaluasi program supervisi pendidikan hendaknya dilakukan secara terus-menerus selama proses pelaksanaan program. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap hasil yang telah dicapai, tetapi sejak pembuatan rencana sampai dengan tahap laporan. Hal ini penting dimaksudkan untuk selalu dapat memonitor setiap saat atas keberhasilan yang telah dicapai dalam periode waktu tertentu. Aktivitas yang berhasil diusahakan untuk ditingkatkan, sedangkan aktivitas yang gagal dicari jalan lain untuk mencapai keberhasilan.

 

 

 

  1. Obyektif.

Dalam mengadakan evaluasi program supervisi pendidikan harus menilai sesuai dengan kenyataan yang ada. Katakanlah yang hijau itu hijau dan yang merah itu merah. Jangan sampai mengatakan yang hijau itu. kuning, dan yang kuning itu hijau.. Untuk mencapai keobyektifan dalam evaluasi perlu adanya data dan atau fakta. Dari data dan fakta inilah dapat mengolah untuk kemudian diambil suatu kesimpulan. Makin lengkap data dan fakta yang dapat dikumpulkan maka makin obyektiflah evaluasi yang dilakukan.

 

  1. Berdasarkan Kriteria yang Valid

Selain perlu adanya data dan fakta, juga perIu adanya kriteria-kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dalam evaluasi harus konsisten dengan tujuan yang telah dirumuskan. Kriteria ini digunakan agar memiliki standar yang jelas apabila menilai suatu aktivitas supervisi pendidikan. Kekonsistenan kriteria evaluasi dengan tujuan berarti kriteria yang dibuat harus mempertimbangkan hakekat substansi supervisi pendidikan.Kriteria dalam evaluasi program supervisi pendidikan ada dua,yaitu pertama, kriteria objetive yang berkenaan dengan patokan tujuan yang ingin dicapai.

 

  1. Fungsional.

Hasil evaluasi program supervisi pendidikan tidak hanya dimaksudkan untuk membuat laporan kepada atasan yang kemudian di “peti es” kan. Hasil evaluasi program supervisi pendidikan  berarti fungsional apabila dapat digunakan untuk  memperbaiki situasi yang ada pada saat itu. Dengan demikian evaluasi program supervisi pendidikan benar-benar memiliki nilai guna baik secara langsungmaupun tidak langsung.

.

  1. Diagnostik.

Evaluasi program supervisi pendidikan hendaknya mampu mengidentifikasi kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelemahan apa yang dievaluasi sehingga dapat memperbaikinya. Oleh sebab itusetiap hasil evaluasi program supervisi pendidikan harus didokumentasikan. Bahan-bahan dokumentasi hasil evaluasi inilah yang dapat dijadikan dasar penemuan kelemahan-kelemahan ataukekurangan-kekurangan yang kemudian harus diusahakan jalan pemecahannya.

 

 

BAB  III

PENUTUP

 

 

3.1 KESIMPULAN

Evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadapa diri mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal.

Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari evaluasi yaitu:

1)       sebagai kegiatan yang sistematis, pelaksanaan evaluasi haruslah dilakukan secara berkesinambungan. Sebuah program pembelajaran seharusnya dievaluasi disetiap akhir program tersebut,

2)       dalam pelaksanaan evaluasi dibutuhkan data dan informasi yang akurat untuk menunjang keputusan yang akan diambil. Asumsi-asumsi ataupun prasangka. bukan merupakan landasan untuk mengambil keputusan dalam evaluasi, dan

3)       kegiatan evaluasi dalam pendidikan tidak pernah terlepas dari tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Balai Pustaka. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
  2. Dimyati dan Mujiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta.
  1. Arikunto, suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
  2. http://www.evaluasipendidikan.blogspot.com
  3. http://www.scribd.com/doc/72385527/10/D-Prinsip-prinsip-Evaluasi-Program-Supervisi-Pendidikan
  4. http://www.tuanguru.net/2012/01/komponen-evaluasi-pembelajaran.html

 

 

11 thoughts on “Makalah Evaluasi Pendidikan

  1. Pingback: nursidiq92

    • Menurut saya pribadi pendidikan indonesia sudah semakin baik. Namun ada hal yang sangat disayangkan yaitu adanya PPG untuk Sarjana Pendidikan, serta Sarjana Teknik juga bisa mengajar.
      Masalah ini bisa menjadi perdebatan karena Murni bukan dari kependidikan bisa mengajar, dan dari Kependidikan harus menjalani PPG yang sama dengan yang Murni.
      Disini terlihat Kependidikan dan Murni disamakan.

    • diharapkan berjalan lurus dengan teori yang ada bang…
      namun dengan terus berkembangnya jaman, semua teori dan realita akan mengikuti alur yang ada… tidak bisa selamanya dipaksakan harus mengikuti teori yang ada.
      namun teori merupakan dasar di lapangan…

      terimakasih :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>